content warning: kissing
00.00
December 1st
Bunyi samar lonceng yang kedengeran jauh entah dari mana, nyadarin gue dari lamunan. Ah, ternyata daritadi belum tidur.
Kepingan salju keliatan turun lambat dari luar jendela yang tirainya gue biarin kebuka. That makes me think about Kenneth—not that I haven’t been thinking about him this whole time, I just suddenly feel like I wanna see his face. Gue bangun dan keluar dari kamar, nyamperin Kenneth yang mungkin udah tidur sekarang.
Tapi tebakan gue salah. Begitu gue buka pintu kamarnya, dia masih bangun—nyandar ke headboard dengan laptop di pangkuannya.
“Milly belum bobo?” Kenneth ngerentangin tangan, “Sini.”
“It’s the first snow,” ucap gue sambil jalan ngedeket lalu duduk gantiin posisi laptop tadi, and leaning fully on his shoulder. “It’s snowing outside.”
“Padahal it was still warm until this afternoon.” Kenneth meluk pinggang gue, satu tangan lainnya nepuk-nepuk punggung gue pelan. “Something bothering you?”
That’s the thing about Kenneth: dia cepet baca situasi. Hari ini kita emang baik-baik aja, nggak terjadi apa-apa di antara kita. Gue sendiri pun kalo ditanya, gue nggak tau gue kenapa. I just.. got a lot of worries I shouldn’t have.